Selasa, 13 Desember 2016

Warga Bajem "Antiokhia" Membersihkan Halaman Depan

Dalam minggu ini juga warga Bajem "Antiokhia" melakukan gotong royong untuk membersihkan halaman depan. Kegiatan warga tidak sempat dipotret, kecuali hasil pekerjaannya. Tampak halaman pagar menjadi lebih bersih karena rerumputan telah dipotong.   


Bukan hanya membersihkan halaman depan, warga Bajem juga meratakan tanah merah yang kemarin diangkut truk dan ditimbun di sekitar jembatan yang belum diratakan oleh tukang. Untung saja jepretan kamera Panitia dapat menangkap kegiatan warga Bajem "Antiokhia" sehingga suasana dan obyek pekerjaan dapat diabadikan.


Terlihat Koordinator Bajem "Antiokhia" ibu Maria Awan yang sedang bertelepon dan para warga yang sedang meratakan tanah. 


Pada saat saya datang ke lokasi, Bapak Robert Ratupa sedang memotong rumput menggunakan mesin. Lengkap dengan sepatu lars, celana dan, kaos lengan panjang, serta topi cukup menutupi badan dan melindungi dirinya termasuk dari potongan yang beterbangan karena putaran besi pemotong.      



Saling bergantian, tampak sekarang Bapak Karel Sinaga memotong rumput. Bertopi putih, ia memegang mesin pemotong rumput, menarik gas dan mesin menderu hingga mengeluarkan asap. Dengan fokus ia memotong rumput hingga mendekati tanaman padi di sawah, dan tak satupun padi yang terpotong.

Namun saya tidak sempat bergurau untuk membuat suasana tawa dengan menanyakan kenapa padi tidak tumbuh saat menanam rumput, sedangkan rumput tumbuh saat menanam padi. 
  

Bapak Leon Panggabean dengan semangatnya mengangkat tanah untuk ditebar ke tempat yang rendah, entah sudah sorongan keberapa, namun keringat dan senyuman yang menghiasi raut wajahnya menambah semarak hari ini.


Bapak Yanto pun tak ketinggalan, menggunakan alat angkut beliau mendorong tanah dengan langkah tegap, bergantian dari menggali, menggunakan karung, hingga alat angkut juga dilakukannya.


Jepretan kamera juga menangkap Agus Budi Jr. sebutan saya untuk putra Bapak Agus Budi yang bersama abangnya juga turut serta meratakan tanah. Tak sempat dihitung berapa kali dorongan yang dilakukannya, namun usahanya akan menjadi kenangan baginya pada masa mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar