Minggu, 08 September 2013

Pemancangan Pondasi Gedung Gereja Telah Selesai Dilaksanakan

Kegiatan pemancangan beton pondasi (pile) gedung gereja yang dimulai pada tanggal 20 Agustus 2013, telah selesai dilaksanakan. Sebagai tindaklanjutnya, pada hari Kamis tanggal 5 September 2013, Panitia melalui Penasihat Teknis dan Seksi  Pelaksana Pembangunan, melaksanakan pemeriksaan fisik atas hasil pekerjaan pemancangan pondasi. Hasil pemeriksaan fisik telah sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan dan dinyatakan selesai.


Keadaan lokasi pembangunan

Hasil Pemancangan Pondasi Gedung Gereja GPIB


Beton Pondasi (pile) yang telah maksimum dipancang 

Di lokasi pembangunan, saat ini dapat dilihat lima titik pondasi yang menonjol dibandingkan titik pondasi yang lain, penyebabnya yaitu beton pondasi tersebut tidak lagi dapat dipancang. Kenapa? Sebab penurunan beton pondasi setelah penumbukan telah maksimal (beton pondasi tidak turun atau penurunan < 2 cm) sehingga pemacangan dihentikan.
Setiap titik pancang menggunakan 24 meter beton pondasi (pile) 


Kita bersyukur bahwa fisik pekerjaan ini dapat terlaksana dengan baik, dan kita dapat memenuhi kewajiban untuk membayar lunas biaya pemancangan sebesar Rp34.272.000 pada hari Sabtu, tanggal 7 September 2013. Dengan berakhirnya pemancangan tersebut maka kewajiban kita berikutnya yaitu membayar beton pondasi sekitar Rp373 juta Rp342.720.000, sementara keadaan kas per hari ini Rp 25.559.200 (net). Kiranya kita dapat menyelesaikannya melalui topangan dan kebersamaan dari segenap kita sekalian.

---diluar konteks pembangunan fisik---
Hari ini Minggu, 8 September 2013 kita baru saja mengingatrayakan HUT ke-54 Pelkat PA dengan sub tema: Kelebihanmu menutupi Kekuranganku, untuk menjawab tema program GPIB 2013-2014 : Kemitraan dan Kesetaraan demi Kesetiakawanan Sosial. Sebagai bentuk nyata dari “Aku Menjadi Berkat”, tahun ini  Pelkat PA GPIB kembali menghadirkan “Aku Suka Membagi”. Program ini  merupakan ungkapan syukur atas 54 tahun PA GPIB serta sebuah gerakan untuk menumbuhkan kepekaan pada adik-adik, pelayan PA serta ayah dan ibu. Kepekaan untuk MAU melihat dan menerima ternyata ada sahabat didekat  kita yang membutuhkan kasih sayang, baik di rumah, sekolah, lingkungan dan gereja. Sasaran dari “Aku Suka Membagi” bukanlah kuantitas dukungan kasih yang diberikan, melainkan kualitas kepekaan yang bertumbuh di Pelkat PA GPIB.

Mari kakak pelayan, jadilah sumber inspirasi bagi adik-adik serta dukunglah pertumbuhan kepekaan mereka.Mari ayah dan ibu, perkenalkan dan bangun landasan kepekaan yang benar dan jadilah teladan. Mari adik-adik, lihatlah sekeliling dan pancarkan kasihmu !

Terpujilah Allah yang menjadikan kami sebagai anak-anak-Nya!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar